5 Kekeliruan Saat Memakai Smartband

KOMPAS.com – Smartband biasa digunakan untuk mencatat aktivitas fitness. Tujuannya agar aktivitas yang tercatat itu bisa dipakai untuk menakar seberapa sehat tubuh penggunanya. Smartband ini pun terdiri dari banyak pilihan.
Namun, hanya memilih smartband termahal atau terbaik saja tidak cukup untuk mendapatkan hasil maksimal. Dikutip KompasTekno dari Cnet, Rabu (7/1/2015), berikut ini kekeliruan yang harus Anda hindari untuk memperoleh manfaat maksimal darismartband.

1. Tidak Mengisi Informasi Pribadi
Ketika mulai menggunakan smartband atau fitness tracker, Anda akan diminta menciptakan akun pribadi. Data-data pribadi seperti usia, tinggi badan, berat badan, jenis kelamin harus dimasukkan.

Data-data yang kemudian disinkronisasi dengan smartphone itu sebaiknya diisi dengan lengkap. Fungsinya adalah sebagai pembanding agar dapat lebih akurat memprediksi jarak yang ditempuh, kalori yang dibakar dan jumlah langkah yang sudah ditempuh.

2. Tidak Mendetilkan Tangan Mana yang Memakai
Ada smartband yang meminta penggunanya mencatat tangan mana yang menggunakan alat itu. Jangan abaikan hal ini. Detil tentang tangan mana yang akan menggunakansmartband tersebut berpengaruh pada sensitivitas sensornya.

Misalkan Anda menggunakannya di tangan yang dominan maka sensitifitas akan berkurang. Hal ini untuk mengimbangi tangan dominan yang cenderung lebih sering bergerak.

3. Mengatur Target yang Tidak Realistis
Umumnya smartband atau fitness tracker yang baru dinyalakan akan mengatur target 10.000 langkah per hari. Target ini tidak realistis bila diterapkan pada semua orang.

Target tersebut sebaiknya disesuaikan dengan tingkat aktivitas Anda.  Bila baru memulai, ada baiknya mengatur target pada 5.000 atau 6.000 langkah sehari. Setelah target itu tercapai, tingkatkanlah sedikit demi sedikit.

4. Lupa Mematikan Sleep Mode
Salah satu hal yang menarik dari smartband adalah kemampuannya mencatat tidur penggunanya. Namun mode ini biasanya mesti diaktifkan dengan menekan tombol perintah tertentu.

Mode ini sebaiknya tidak diaktifkan saat Anda masih beraktivitas karena akan membuat catatan pola tidur menjadi kacau. Aktifkan Sleep Mode hanya saat Anda sudah siap tidur sehingga data yang tercatat lebih valid.

5. Tidak Melakukan Kalibrasi
Beberapa smartband dibekali dengan fitur kalibrasi. Misalkan Jawbone atau Fitbit. Kedua vendor tersebut melengkapi produknya dengan proses kalibrasi sebagai opsi tambahan. Fungsinya adalah mengatur ulang proses pembacaan pada sensor smartband. Lakukan kalibrasi ini ketika jarak tempuh yang dicatatkan smartband Anda terasa tidak akurat.
Sumber: CNET
Editor: Wicak Hidayat

Related Posts:

0 Response to "5 Kekeliruan Saat Memakai Smartband"

Posting Komentar